Selasa, 12 Juni 2012

my sTory yg KO FTS Gokil WR


SAMA-SAMA KONYOL
                Kekonyolan  yang sampai detik ini tidak bisa hilang dari ingatanku adalah peristiwa sekitar 3,5 tahun yang lalu. Hal itu terjadi di dalam kelas dan pada saat mapel favoritku. Kala Pak Bas tengah fokus menjelaskan tentang bagaimana cara mencari luas permukaan prisma, tiba-tiba ada 2 muridnya yang asyik berbicara sendiri. Kegaduhan pun timbul, membuat Pas Bas geregetan.
            “Kendang! Bonang! Kalian ini sedang membicarakan apa?!” Pak Bas meluapkan kemarahannya.
            “A...Anu, Pak.” Jawab Bonang gugup. Pak Bas pun bertanya kembali, “Anu itu apa?” Seketika teman-teman mulai ramai menertawakan itu, aku pun juga larut dalam persenda-gurauan itu.
            Aneh, pertanyaan itu seharusnya dijawab bukan ditertawakan.
            “Pa...Pacarnya Ken...Kendang, Pak!” bonang pun memecah kegaduhan dengan rasa penasaran. Aku juga penasaran, siapa pacarnya Kendang.
            “Siapa pacarnya Kendang?” Pak Bas ternyata juga penasaran.
            “A...A...Anu, Pak...” Kata-kata yang keluar dari mulut Bonang diikuti tawa  murid-murid.
            “Oh, Anu itu pacarnya Kendang.” Kata Pak Bas seolah paham akan jawaban Bonang yang dibuntuti tawa para murid yang semakin menjadi.
            “Bukan, Pak!!” Bonang menyanggah.
            “Lalu pacarnya Kendang itu Anu atau siapa?”” Lagi-lagi Pak Bas tak henti-hentinya membuat perut kami sakit karena  terlalu banyak tertawa.
            Tawa itu pun lenyap dari pangkal tenggorokanku usai kudengar jawaban Bonang.
            “Bi...Biola, Pak!”
 Aku menggerutu dalam hati, apa-apaan ini?! Mengapa namaku disebut-sebut. Ini sungguh teramat konyol, bagaimana mungkin aku adalah pacarnya Kendang, bila aku tidak pernah jadian dengannya.
            Apakah ini jawaban dari teka-teki itu. Saat kulihat Kendang diamuk paksa oleh Siter, Gitar dan Angklung. Siter memaksa Kendang untuk menjawab pertanyaannya. “Apa kamu suka sama Biola?” Kendang diam tanpa kata.
            “Apa kamu suka Biola?” Siter mengulangi pertanyaannya dengan nada yang tinggi.  Kendang pun angkat bicara.
            “IYA! Iya aku suka sama Biola. Puas kalian!” Puas dengan jawaban Kendang, mereka bertiga pergi, berjalan menuju kelas dengan tata-tawa kecil mengingat pengakuan Kendang.
            Aku yang tengah berada di kelas juda melihatnya. Karena hal itu terjadi tepat berada di selatan kelas. Sehingga aku bisa menyaksikannya lewat jendela. Saat Siter, Gitar dan Angklung masuk kelas dengan tawa, aku pura-pura membaca buku. Sebenarnya aku mengetahui hal itu, tetapi aku pura-pura tidak melihatnya.
            Jadi selama ini Kendang menyimpan rasa kepadaku. Dan bodohnya aku, bagaimana bisa aku tidak menerima cintanya, padahal saat itu aku merasakan hal yang sama. Bahkan sampai sekarang pun aku belum bisa melupakan kekonyolan itu, susah.
Biola...Biola betapa konyolnya dirimu saat merekam pembicaraan dengan dirinya. Saat menulis ulang kata-kata ***red) bersamanya. Konyol,konyol dan konyol.
Aku baru sadar, ternyata aku dan dia sama-sama konyol. Payahnya aku menulis kisah yang sungguh teramat konyol ini. Aku berfikir sejenak, apakah tidak ada cerita lain selain ini? Setidaknya jauh dari kata konyol.

BIODATA
            Namaku Shoimatun Nur Azizah, lahir di Klaten, 11 Februari 1996. Tinggal bersama kedua orang tuaku dan satu adik laki-lakiku di rumah yang beralamat di Pengkol, Kaligawe, Klaten. Suka menulis sejak kecil mulai dari puisi sampai cerpen. Puisi-puisiku pernah dimuat dalam majalah SMP yaitu EKSIS dan SMK ialah MAGIK. Jika ingin mengenalku lebih jauh bisa lewat email di shoim.chyizah@yahoo.com atau via facebook Shoimatun Nur Azizah. Saat ini tengah asyik mempublikasikan karyaku dan tengah mengikuti lomba serupa. Tasyarofna, jazakumullahu khoiron katsiron.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar